Jumat, 01 Maret 2013

Menempuh Pendidikan Melalui PJJ




Pendidikan merupakan suatu prioritas bagi kebanyakan orang untuk mencapai kualitas hidup yang baik serta memperoleh kesuksesan.  Menurut UU No. 20 Tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari definisi di atas sudah jelas bahwa pendidikan itu sangat penting. Sehingga mayoritas masyarakat sudah banyak menempuh pendidikan dengan berbagai macam.

Pendidikan itu sendiri terdiri dari 3 macam. Yaitu pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan Formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah dan bersifat resmi, memiliki jenjang tertentu misalnya; TK,SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, ijazah yang diperoleh memiliki nilai dan mempunyai kurikulum dan Sistemnya terstruktur. Pendidikan Nonformal adalah pendidikan yang berlangsung dimasyarakat, bersifat resmi dan ada juga yang tidak bersifat resmi, tidak memiliki jenjang tertentu, dapat diikuti oleh segala usia, mendapatkan sertifikat, dan mendapat ijazah. Sementara Pendidikan Informal adalah pendidikan yang diberikan oleh orangtua dan masyarakat, yang mengutamakan nilai etika, moral dan norma.bersifat tidak resmi, biasanya berupa nasihat lisan dan perbuatan.Tidak terpaku pada jenjang tertentu dan tidak terpaku pada jenis pendidikan tertentu. Itulah sekilas pengertian umum dari pendidikan dan macam-macam pendidikan. Namun, di karya ilmiah ini saya akan membahas tentang menempuh pendidikan melalui pembelajaran jarak jauh atau yang di kenal dengan istilah PJJ.

Pengertian PJJ
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah sekumpulan metode pengajaran dimana aktivitas dosenan dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisahan kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisahan dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keterpisahan kegiatan dosenan dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari PJJ. Selain itu dalam PJJ juga menggunakan bermacam metode pembelajaran yang dikomunikasikan melalui media.

PJJ bukan suatu hal yang baru, hanya saja sosialisasi tentang PJJ masih sangat sedikit. Masyarakat masih berfikir bahwa pendidikan hanya dapat ditempuh melalui pertemuan tatap muka antara dosen pengajar dan peserta didik, pertemuan antara dosen dan peserta didik di dalam kelas dan waktu yang telah disepakati atau di tentukan oleh organisasi pendidikan tersebut. Dengan demikian, aktifitas yang ingin dilakukan tentu menjadi terbatas. Akibatnya, kita tidak dapat memanage waktu dengan baik dan melakukan kegiatan lain diluar pendidikan karena adanya keterbatasan ruang, waktu dan sosial. 

Perbedaan antara model pembelajaran pendidikan tatap muka dan pendidikan jarak jauh terlihat dari sisi pengajar (guru/dosen), peserta didik (siswa/mahasiswa), bahan ajar yang digunakan yaitu dipandang dari sisi dosen pengajar. Dengan adanya pendidikan tatap muka maka dosen pengajar dapat secara langsung menjelaskan materi yang ingin disampaikan kepada peserta didik, sehingga peserta didik dapat secara langsung menyerap materi yang diajarkan oleh dosen pengajar, namun ada beberapa kendala yang dialami apabila saat pembelajaran tatap muka berlangsung pengajar sedang berhalangan hadir untuk menyampaikan materi sesuai jadwal yang telah ditentukan, maka peserta didik seolah-olah terlantar jika tidak diberikan tugas, kemudian bila tidak ada jadwal pengganti untuk mengajar maka materi yang disampaikan menjadi tertinggal dan untuk mengejarnya harus diadakan waktu pengganti dilain waktu.

 Model pembelajaran pendidikan jarak jauh dipandang dari sisi pengajar maka apapun aktivitas dan kesibukan pengajar maka pengajar tetap dapat mengajar peserta didiknya melalui pendidikan jarak jauh, pengajar dan peserta didik dapat berinteraksi untuk mencari kesepakatan kapan waktu yang sama untuk saling belajar, untuk peserta didik dengan adanya pendidikan jarak jauh maka apapun kesibukan peserta didik yang selama ini menjadi kendala dalam menuntut ilmu dapat diatasi karena dengan PJJ maka peserta didik dapat belajar kapanpun dan dimanapun melalui bantuan media yang dapat menghubungkan antara peserta didik dengan pengajar sehingga akan membantu peserta didik. Bahan ajar yang digunakan dalam pendidikan tatap muka dapat menggunakan powerpoint untuk presentasi didepan, papan tulis untuk menjelaskan materi yang ingin disampaikan oleh pengajar, menggunakan lab untuk materi-materi yang langsung membutuhkan praktek, pengajar dapat memutarkan beberapa simulasi video untuk memperjelas pengajar dalam menyampaikan materi sehingga peserta didik akan lebih mudah untuk memahami apa yang disampaikan oleh pengajar dan pengajar juga dapat sesekali mengajak peserta didiknya untuk langsung melakukan observasi pada objek yang menjadi materi dalam pembelajaran yang sedang dibahas oleh pengajar. Untuk peserta didik dapat menggunakan media yang sederhana ketika pembelajaran tatap muka misalnya saja dengan menggunakan buku dan bolpoint untuk mencatat ringkasan materi yang disampaikan oleh pengajar, dapat juga menggunakan flashdisk apabila diperlukan untuk mengcopy data yang diajarkan oleh pengajar, kemudian untuk observasi maka peserta didik dapat menggunakan kamera untuk memotret dan merekam hasil observasi yang nantinya dapat dibuat laporan.
           
 Untuk bahan ajar pada pembelajaran jarak jauh maka pengajar dapat memanfaatkan internet sebagai media dan pengajar dapat saling bersepakat dengan peserta didik untuk menggunakan media apa yang akan digunakan dalam PJJ misalnya seperti moodle, email, google +, blog, youtube, dan skype, kemudian buatlah suatu sesi dimana kapan pengajar dan peserta didik dapat saling melihat karena diperlukan konseling untuk peserta didik kepada pengajar dapat dilakukan dengan menggunakan skype, YM dll.

Mengapa PJJ:

Sejak bulan Desember 2012, Saya sudah mengikuti program PJJ yang di naungi oleh seamolec. PJJ memudahkan kita untuk terus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi namun tetap dapat melakukan aktifitas lain. Bekerja misalnya. Dosen pengajar akan memberikan tugas berupa kiriman e-mail, atau melalui website seamolec yang dapat kita kerjakan setelah pekerjaan di luar pendidikan sudah terpenuhi.

Dilihat dari segi manfaatnya, PJJ bermanfaat :

1. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity). Peserta didik yang kurang percaya diri dan kurang berani menyampaikan pendapat dalam diskusi-live (atau lainnya) memiliki kesempatan lebih luas untuk mengemukakan pendapat. Sehingga dalam hal ini interaksi antara peserta didik memiliki kesempatan yang sama dan luas.

2. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).

3. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience). Dengan demikian jarak ruang dan waktu tidak lagi menjadi hambatan. Kesempatan belajar benar-benar terbuka bagi siapa saja.

4. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities)

5.   User friendly, bebas dari kesulitan dan mudah di akses

6.    Benefit in cost, mengurangi (menghemat) biaya pendidikan secara keseluruhan

7.    Mengoptimalkan kualitas belajar

8.    Less administrative papers

9.    Dapat melengkapi aktivitas belajar konvensional

10.  Cara belajar yang aman dan sehat

11.  Alternatif media belajar dari anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua, belajar fleksibel tanpa terikat 

jadwal dan menyenangkan

12.   Melatih pembelajar lebih mandiri dan berkembang dalam ilmu dan pengetahuan

13.   Fleksibel memilih materi yang benar-benar kita inginkan dan hanya yang kita butuhkan

14.  Source ilmu dan informasi yang tidak terbatas (bahkan berlimpah) sehingga kuncinya bukan mendapatkan kesemuanya namun filtering yang kita butuhkan saja serta menghemat waktu proses belajar mengajar

Walaupun PJJ memiliki banyak manfaat, namun terdapat juga masalah-masalah pada pendidikan jarak jauh ini, yaitu:

1Kualitas Pendidikan.

2.Kurangnya atau tidak ada interaksi antara dosen dan mahasiswa. Misalnya interaksi mahasiswa dengan tutor, mahasiswa dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan modul

3.Mahasiswa tidak mempunyai akses kepada teknologi yang dipakai dalam Pendidikan Jarak Jauh seperti komputer dan internet. Komputer dan internet tidak lagi menjadi hardware tetapi software, yaitu sebagai sumber belajar.
                                                   
untuk mengatasi masalah yang terjadi pada PJJ kita harus pandai-pandai meningkatkan motivasi agar PJJ dapat berjalan dengan lancar, kemauan untuk belajar  juga sangat di perlukan agar masalah-masalah tersebut dapat teratasi dengan baik.

kesimpulannya, dengan memiliki banyak manfaat, PJJ dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan yang dapat digunakan agar kita tetap menempuh pendidikan di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari.

-selesai-

Sabtu, 26 Januari 2013

Blog khusus PJJ

blog ini di buat khusus untuk memposting tugas-tugas dari seamolec mengenai pembelajaran jarak jauh. semoga blog ini bermanfaat :)